TVRINews, Mentawai
Tim SAR Gabungan menemukan dua korban kecelakaan speedboat di Perairan Pasapuat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa, 3 November 2026. Kedua korban, Pidar (50) dan Aloisius (40), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tiga hari pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan kedua korban ditemukan pada hari ketiga pelaksanaan Operasi SAR di lokasi yang berbeda. Setelah dievakuasi, jenazah keduanya diserahkan kepada pihak keluarga.
"Pada hari ketiga pelaksanaan Operasi SAR, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi menuju rumah duka," ujar Benteng, Selasa, 3 November 2026.
Korban pertama ditemukan pada pukul 09.50 WIB. Sementara itu, korban kedua ditemukan pada pukul 14.45 WIB di sekitar Pulau Siruamata.
Kecelakaan tersebut bermula pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, dua unit speedboat yang masing-masing membawa dua orang berangkat dari Mapinang menuju Beriulou.
Dalam perjalanan, kedua rombongan terpisah akibat cuaca buruk dan badai. Satu unit speedboat berhasil tiba di Beriulou sekitar pukul 21.00 WIB, sedangkan speedboat bermesin 5 PK yang ditumpangi Pidar dan Aloisius hilang kontak.
Keesokan harinya, Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, nelayan setempat menemukan speedboat milik korban di Perairan Pasapuat. Temuan tersebut kemudian dilaporkan Kepala Desa Beriulou kepada Kantor SAR Mentawai.
Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Mentawai mengerahkan Tim Rescue bersama unsur SAR gabungan untuk melakukan pencarian melalui jalur laut, darat, dan pesisir pantai.
Operasi tersebut melibatkan 11 personel Rescue Kantor SAR Mentawai, Lanal Kepulauan Mentawai, Pos TNI AL Simaubuk, Pos TNI AL Sikakap, Polairud, Polsek Sipora, Polsek Sikakap, nelayan, serta masyarakat setempat.
Sejumlah sarana juga dikerahkan, antara lain RIB 02 Mentawai, kapal nelayan, kendaraan taktis D-Max, peralatan medis, alat komunikasi satelit, dan Starlink.
Setelah kedua korban ditemukan, Kantor SAR Mentawai mengusulkan penghentian Operasi SAR sesuai prosedur yang berlaku. Benteng menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian serta belasungkawa kepada keluarga korban.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, serta apresiasi kepada seluruh unsur TNI/Polri, pemerintah desa, nelayan, dan masyarakat yang bahu-membahu sejak hari pertama operasi," tutupnya.









