TVRINews, Pasaman
Tim SAR gabungan masih belum menemukan Amri Anto, warga yang dilaporkan terseret arus banjir bandang di Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Memasuki hari ketiga pencarian, Minggu, 20 September 2026, petugas kembali menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus.
Koordinator Pos SAR Pasaman Novi Yurandi mengatakan pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB.
Tim gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit atau SRU dengan cakupan area pencarian sekitar dua kilometer persegi.
“Untuk hari ketiga, personel kami bagi menjadi dua SRU. Masing-masing tim melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan dengan total cakupan sekitar dua kilometer persegi,” ujar Novi, Minggu malam.
Operasi melibatkan personel Pos SAR Pasaman, Unit Siaga SAR Agam, Polres Pasaman, BPBD Pasaman, Kodim 0305, para relawan atau local hero, serta masyarakat setempat.
Berbagai peralatan SAR turut dikerahkan untuk memperluas pencarian.
Di antaranya kendaraan penyelamat, rescue truck, ambulans, perahu karet atau LCR, peralatan pencarian di air, perlengkapan medis dan komunikasi, Aqua Eye, drone thermal, hingga alat berat ekskavator.
Ekskavator digunakan untuk membantu membuka dan menyisir material yang terbawa banjir bandang.
Namun, hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
Novi mengatakan pencarian harus dihentikan karena kondisi mulai gelap. Operasi akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.
“Pencarian kami hentikan sementara karena hari mulai gelap. Tim akan kembali melakukan operasi besok pagi, Senin 21 September, mulai pukul 07.00 WIB,” kata Novi.
Banjir bandang yang menyebabkan korban hilang terjadi pada Jumat, 18 September 2026.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Pasaman sejak sekitar pukul 16.00 WIB.
Sekitar pukul 17.15 WIB, banjir bandang menerjang kawasan Kampung Parit dan menyeret Amri Anto yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.
Laporan mengenai peristiwa tersebut kemudian diterima tim SAR pada hari yang sama melalui Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Mardianto.
Hingga Minggu malam, operasi pencarian masih dinyatakan terbuka dan akan dilanjutkan pada Senin pagi.
Tim SAR gabungan akan kembali mengoptimalkan penyisiran darat, sungai, serta material yang terbawa arus dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel.










