Penulis: Rudi
TVRINews, Agam
Masyarakat Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat (Sumbar) berhasil menjaga dan hutan dengan peraturan adatnya. Daerah ini memiliki pohon terbesar di dunia dan telah mendapat penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Pusat.
Pohon kayu berjenis medang ini berukuran 4,6 meter dan telah mendapat penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Pusat.
Edi Warman, Tokoh Masyarakat setempat mengatakan pohon itu awet karena adanya hukum adat yang mengatur hutan sehingga hutan di wilayah tersebut terjaga dengan baik. Hal ini juga dibuktikan dengan hampir tidak adanya bencana longsor yang melanda daerah tersebut.
Pihak kehutanan berencana menjadikan daerah itu menjadi kawasan ekosistem esensial dan dikembangkan untuk dapat dimanfaatkan menjadi kampus alam dan ekowisata.
Selain itu berdasarkan penelitian para ahli pohon dengan tinggi 50 meter itu memiliki umur kurang dari 600 tahun. Keliling pohon mencapai empat belas koma lima meter dengan hasil kayu sekitar lima ratus enam belas kubik.
Dengan pengembangan jadi kampus alam dan ekowisata diharapkan keberadaan pohon ini dapat mensejahterakan masyarakat nanti. Tentunya dengan dukungan banyak pihak dan tetap menjaga kelestarian hutan dan alam.










