TVRINews, Padang Pariaman
Tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap seorang balita laki-laki bernama Muhammad Ilmi (2) yang diduga hanyut di sungai kawasan Nagari Toboh Gadang, Kecamatan Sintuak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Hingga Jumat sore, 23 Oktober 2026, operasi pencarian hari kedua (H2) masih belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa operasi SAR pada hari kedua ini difokuskan dengan membagi tim ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
"Pencarian hari kedua ini kami bagi menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan penyisiran di aliran sungai sepanjang kurang lebih dua kilometer, sedangkan SRU 2 melaksanakan pencarian di darat dengan luas area sekitar 0,5 kilometer persegi," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya, Jumat, 23 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan juga mengerahkan berbagai peralatan utama (alut), di antaranya Rescue Car Double Cabin, perahu LCR beserta motor tempel (mopel), peralatan SAR air dan mountaineering, peralatan medis, alat komunikasi, hingga penggunaan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dari udara.
Peristiwa nahas ini bermula pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, ibu korban pergi ke kamar mandi, dan sekembalinya dari kamar mandi, korban sudah tidak terlihat di dalam rumah.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui sering pergi bermain ke tepi sungai. Pihak keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar rumah dan pinggir sungai, namun korban tidak kunjung ditemukan. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh anggota BPBD Kabupaten Padang Pariaman kepada Kantor SAR Padang pada pukul 21.33 WIB.
Abdul Malik mengungkapkan bahwa tim di lapangan menghadapi kendala berupa kondisi air sungai yang keruh. Meskipun melibatkan puluhan personel gabungan dari Kantor SAR Padang, Koramil Padang Pariaman,BPBD, Polres Padang Pariaman, Polsek Lubuk Alung, Gorila Rescue, perangkat nagari, serta masyarakat setempat, operasi SAR pada hari kedua yang berlangsung hingga pukul 18.00 WIB masih memberikan hasil nihil.
"Operasi SAR untuk sementara dihentikan pada pukul 18.00 WIB dan akan dilanjutkan kembali besok pagi, Sabtu, 24 Oktober 2026 pada pukul 07.30 WIB sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan," ujar Abdul Malik.










