TVRINews, Padang
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Sabtu, 10 Oktober 2026 siang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga pukul 22.45 WIB, sebanyak 498 jiwa terdampak dan 120 rumah terendam banjir. Dari jumlah tersebut, 238 jiwa telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan banjir mulai terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 12.00 WIB. Laporan awal kejadian diterima BPBD dari Kecamatan Kuranji pada pukul 12.52 WIB.
"Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan, yakni Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji," ujar Hendri, Minggu, 11 Oktober 2026.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD, Kecamatan Kuranji menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 245 jiwa di Kelurahan Kuranji. Selanjutnya, Kecamatan Koto Tangah mencatat 208 jiwa terdampak, terdiri atas 75 jiwa di Kelurahan Lubuk Minturun dan 133 jiwa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.
Sementara itu, di Kecamatan Nanggalo, sebanyak 45 jiwa terdampak banjir di Kelurahan Tabing Banda Gadang.
Selain berdampak pada ratusan warga, banjir juga merendam 120 unit rumah. Sebanyak 60 rumah berada di Kecamatan Kuranji, 40 rumah di Kelurahan Lubuk Minturun, dan 20 rumah di Kelurahan Tabing Banda Gadang.
Banjir juga menyebabkan kerusakan bangunan di Kecamatan Kuranji. BPBD mencatat empat rumah mengalami rusak sedang, sedangkan satu rumah lainnya mengalami rusak berat.
Akses jalan masyarakat di sekitar PDAM kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, dilaporkan terputus akibat terjangan air. Genangan banjir yang menutup sejumlah ruas jalan turut menghambat mobilitas petugas dalam melakukan penanganan di lapangan.
Hendri mengatakan, proses penanganan darurat menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan personel, peralatan, dan logistik hingga luasnya wilayah terdampak.
Tim SAR Gabungan yang terdiri atas unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat terus melakukan evakuasi dan penanganan terhadap warga terdampak.
Dalam proses evakuasi, petugas mengerahkan berbagai sarana, antara lain perahu penyelamatan, mobil rescue, truk serbaguna, serta perlengkapan keselamatan air.
Salah satu lokasi dengan jumlah evakuasi terbanyak berada di Perumahan Lumin Park, Kelurahan Lubuk Minturun. Sebanyak 178 jiwa dievakuasi dari kawasan Cluster Grandia dan Lumin Park. Evakuasi juga dilakukan di kawasan Lapau Munggu dan Guo di Kecamatan Kuranji, serta Perumahan Abi dan Kampung Apa di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.
Untuk mendukung penanganan darurat, BPBD Kota Padang menilai perbaikan tanggul yang jebol di aliran Sungai Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, perlu segera dilakukan guna mengurangi risiko banjir susulan.
BPBD juga mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem masih dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.
"Masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras kembali terjadi. Data mengenai jumlah warga terdampak dan kerusakan infrastruktur masih dinamis seiring perkembangan situasi di lapangan," ujar Hendri.
BPBD Kota Padang terus memantau perkembangan situasi dan mengingatkan masyarakat agar mengikuti arahan petugas serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi di lingkungan tempat tinggal memburuk.










