TVRINews, Agam
Empat nelayan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Tiku, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Kamis, 15 Oktober 2026. Mereka ditemukan nelayan setempat sebelum dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan insiden tersebut bermula ketika dua perahu nelayan, yakni biduak 04 dan biduak Pondok Mande, yang diawaki empat nelayan asal Gasan Gadang, melaut pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB.
Kedua perahu itu seharusnya kembali ke darat pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 06.00 WIB. Namun, hanya dua perahu nelayan lainnya yang kembali, sedangkan kedua perahu tersebut belum tiba di darat.
Menindaklanjuti laporan hilang kontak, Kantor SAR Padang mengerahkan tim dan sejumlah alat utama untuk melakukan pencarian sejak Kamis pagi. Operasi tersebut melibatkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Padang dan RIB 03 Pasaman.
“Mendapatkan laporan tersebut, kami langsung mengerahkan unsur dan alut, termasuk menyiagakan RIB 02 Padang dan RIB 03 Pasaman untuk melakukan pencarian sejak Kamis pagi,” ujar Abdul Malik saat dikonfirmasi, Kamis, 15 Oktober 2026.
Pencarian berlangsung di tengah sejumlah kendala. Tim SAR harus menyisir area seluas sekitar 42 mil laut persegi dengan kondisi cuaca berkabut dan tinggi gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.
Meski menghadapi kendala cuaca dan luasnya area pencarian, keempat nelayan akhirnya ditemukan. Pada pukul 7.45 WIB, Tim SAR menerima informasi bahwa para korban telah ditemukan nelayan setempat pada pukul 6.10 WIB, sekitar dua mil laut dari lokasi kejadian awal.
Nelayan yang menemukan korban kemudian menarik mereka menuju pantai sebelum proses evakuasi dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan.
“Pada pukul 8.20 WIB, seluruh korban yang terdiri dari Edi (52), Tolen (55), Is Fadli (25), dan Tio Rusnaldi (25) berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat,” kata Abdul Malik.
Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan Kantor SAR Padang, Unit Siaga SAR Agam, Pos SAR Pasaman, TNI Angkatan Laut, Polairud, Babinsa Gasan, PMI Agam, BPBD Padang Pariaman, pemerintah kecamatan dan nagari, persatuan nelayan, serta masyarakat setempat.
Setelah seluruh korban ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat, Tim SAR menggelar debriefing atau konsolidasi akhir pada pukul 13.30 WIB.
Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing, sementara operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup.










