TVRINews, Mentawai
Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mentawai dikerahkan untuk menangani kecelakaan Kapal Bagan Jamcha 01 yang kandas dan mengalami kebocoran di perairan Pulau Malilimok, Desa Katurei, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Sebanyak 10 orang yang berada di kapal tersebut menjadi sasaran operasi penyelamatan.
Humas Kansar Mentawai, Aldo Harfa Yandra, membenarkan insiden tersebut. Tim rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mentawai setelah menerima laporan kecelakaan kapal.
“Tim sudah bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mentawai begitu laporan kami terima,” ujar Aldo saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).
Aldo menjelaskan, laporan awal diterima Kansar Mentawai pada pukul 08.30 WIB dari salah seorang awak kapal bernama Lingga. Berdasarkan informasi yang diterima, kapal tersebut kandas sekitar pukul 03.00 WIB.
Akibat kejadian itu, kapal dilaporkan mengalami kebocoran di enam titik. Selain itu, papan pada bagian bawah kapal patah akibat benturan saat kandas.
“Dari laporan yang kami terima, kapal mengalami kebocoran di enam titik dan papan pada bagian bawah kapal patah akibat kandas,” jelas Aldo.
Kapal Bagan Jamcha 01 diketahui memiliki ukuran 30 gross tonnage (GT) dengan panjang sekitar 24 meter. Kapal tersebut memiliki lambung berwarna merah dengan tepian putih, sementara bagian sayapnya memadukan warna putih, hijau, dan merah.
Sebelum mengalami kecelakaan, kapal bertolak dari Carocok Tarusan pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB untuk mencari ikan. Kapal kemudian tiba di perairan Mentawai pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Berdasarkan data Kansar Mentawai, terdapat 10 orang di atas kapal, terdiri atas seorang nakhoda, satu Kepala Kamar Mesin (KKM), dan delapan anak buah kapal (ABK).
Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 24 mil laut dari Dermaga Tuapejat, dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam. Dalam operasi tersebut, tujuh personel SAR dikerahkan dengan dukungan peralatan komunikasi, navigasi, perangkat medis, serta Starlink Portable.
Aldo menyebutkan, kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 1,5 hingga 2,5 meter.
“Perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi awak kapal akan segera kami sampaikan setelah tim tiba di lokasi,” kata Aldo.
Kansar Mentawai terus melakukan upaya penanganan dan pemantauan untuk memastikan kondisi seluruh awak kapal. Informasi mengenai hasil evakuasi akan disampaikan setelah tim memperoleh perkembangan langsung dari lokasi kejadian.










