TVRINews, Pasaman Barat
Seorang pria lanjut usia (lansia) Darwin (61) yang sempat dilaporkan hilang akibat diterkam buaya di Sungai Batang Paparian, Kecamatan Parik Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 20 Mei 2026.
Jasad warga Air Jernih Koto Balingka tersebut ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 08.00 WIB, hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP). Korban langsung dievakuasi oleh petugas dibantu masyarakat setempat untuk segera dibawa menuju rumah duka.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, yang menjelaskan bahwa operasi pencarian hari kedua telah dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan membagi tim menjadi dua Satuan Penyelamat (SRU).
Lebih lanjut, ia mengatakan jika SRU 1 melakukan penyisiran sungai sejauh 1 kilometer dari LKP, sementara SRU 2 melakukan pemantauan dengan cakupan area seluas 2 kilometer persegi.
"Pada pukul 08.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 0°9'48.30" U - 99°28'48.50" T. Setelah dievakuasi ke rumah duka, tim melakukan debriefing dan operasi SAR diusulkan untuk ditutup pada pukul 09.10 WIB," ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya
Diketahui, Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa, 19 Mei 2026 sore sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya sedang beraktivitas mencari lokan di pinggir Sungai Batang Paparian. Secara mendadak, seekor buaya muncul dari dalam air dan langsung menerkam tubuh korban hingga menyeretnya ke dalam sungai.
Rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berlari mencari bantuan ke pemukiman warga dan melaporkannya kepada Sekretaris Nagari setempat, Amar Cendana.
Warga sempat melakukan upaya pencarian mandiri secara swadaya sejak sore hari. Namun, hingga pukul 19.30 WIB keberadaan Darwin tidak kunjung membuahkan hasil, sehingga pihak nagari memutuskan menghubungi Basarnas pada pukul 19.44 WIB.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Padang langsung menggerakkan sembilan personel rescuer dari Pos SAR Pasaman pada pukul 20.00 WIB malam dengan menempuh jalur darat sejauh 76 kilometer untuk menuju lokasi.
Dalam operasi penyelamatan ini, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai alat utama (alut), termasuk satu unit rescue car double cabin, motor trail, perahu karet (LCR + Mopel), peralatan medis, serta teknologi Drone Thermal untuk mendeteksi suhu tubuh objek dari udara pada malam hari.
Keberadaan buaya di sekitar aliran sungai sempat menjadi salah satu faktor penghambat utama yang diwaspadai oleh tim di lapangan selama proses pencarian berlangsung.
Operasi penyelamatan ini berjalan lancar di bawah kondisi cuaca berawan dengan dukungan penuh dari berbagai unsur.
Selain 9 personel Pos SAR Pasaman, pencarian ini juga melibatkan 5 personel BPBD Kabupaten Pasaman Barat, 3 personel Pos AL Air Bangis, 2 personel POLRI, serta sekitar 20 orang warga setempat. Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih.










