TVRINews, Pasaman Barat
Seorang warga bernama Yempino Wisman (49), dilaporkan hilang di area perkebunan warga di Banir Tambuk, Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang langsung menerjunkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi terkait kejadian tersebut pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 13.40 WIB dari pihak keluarga korban. Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung mengerahkan personel dari Pos SAR Pasaman ke lokasi kejadian (Last Known Position/LKP).
"Begitu menerima informasi, pada pukul 13.58 WIB kami langsung memberangkatkan sebanyak sembilan personel Rescuer dari Pos SAR Pasaman menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 30 menit perjalanan darat," ujar Abdul Malik di Padang, Minggu, 26 Juli 2026.
Berdasarkan kronologi kejadian, korban yang sehari-hari akrab disapa Empi berangkat menuju kebunnya pada Sabtu, 25 Juli 2026 seperti aktivitas biasanya. Namun, hingga malam hari korban tak kunjung kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi.
Pihak keluarga bersama warga setempat sempat berupaya melakukan pencarian mandiri di sekitar kebun dan jalur yang biasa dilalui korban, namun korban belum juga ditemukan hingga akhirnya dilaporkan ke pihak SAR.
Abdul Malik menyebutkan, jarak darat dari Pos SAR Pasaman ke LKP berjarak sekitar 14 kilometer. Dalam operasi pencarian ini, tim SAR mengerahkan sejumlah alut dan palsar, di antaranya satu unit Rescue Car Double Cabin, ambulans, peralatan jungle, drone thermal untuk membantu pemantauan udara, serta alat komunikasi.
"Saat ini tim gabungan bersama masyarakat masih berjibaku di lapangan untuk mencari keberadaan korban. Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," ucapnya.









