TVRINews, Agam
Bencana tanah longsor melanda kawasan Bukit Indah, Jorong Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Selasa 5 Mei 2026 malam. Peristiwa yang dipicu curah hujan tinggi ini mengakibatkan dua unit rumah warga tertimbun dan menewaskan satu orang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Walinagari Balinka pada Rabu 6 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 00.22 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Unit Siaga SAR Agam langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, longsor terjadi sekitar pukul 22.05 WIB akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di area perbukitan. Material longsor menimbun dua rumah warga yang di dalamnya terdapat tujuh orang korban," ujar Abdul Malik dalam keterangannya, Rabu, 6 Mei 2026.
Dari total tujuh korban terdampak, enam orang berhasil selamat, sementara satu korban ditemukan meninggal dunia. Korban meninggal diketahui bernama Awal (56).
"Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pada pukul 04.04 WIB dan langsung dievakuasi ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi," jelasnya.
Sementara itu, enam korban selamat masing-masing Zaki (18), Kuntum (14), Rahmat Hidayat (33), Gustina Diana Wati (37), Zafira Zakya Hidayat (1), dan Yoni (45). Seluruhnya merupakan warga Jorong Kampuang Baruah.
Dalam operasi penyelamatan, Kantor SAR Padang mengerahkan personel dengan dukungan peralatan rescue car, perlengkapan vertikal, medis, serta alat komunikasi. Proses evakuasi juga melibatkan unsur gabungan dari BPBD Agam, PMI, KSB, perangkat nagari, serta warga setempat.
Meski sempat terkendala kondisi tanah yang belum stabil, tim berhasil mengevakuasi seluruh korban. Setelah dilakukan debriefing pada pukul 05.10 WIB, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
Melalui kejadian ini, Basarnas mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi, guna mengantisipasi risiko bencana serupa.










