TVRINews, Sumatera Barat
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya mendukung percepatan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, usai meninjau hari pertama kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Dharmasraya, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurutnya, pendidikan menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

"Kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Sumatera Barat untuk meraih cita-citanya," ujar Vasko dalam keterangan yang dikutip, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia menambahkan, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
SRT Dharmasraya menjadi Sekolah Rakyat permanen pertama yang beroperasi di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan program tersebut dapat diperluas ke berbagai kabupaten dan kota melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Sekolah Rakyat merupakan Program Strategis Nasional yang mengusung konsep pendidikan gratis berbasis asrama (boarding school). Selain pembelajaran di kelas, peserta didik juga memperoleh fasilitas penunjang berupa asrama, makanan bergizi, akses internet, perangkat komputer, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), serta penguatan literasi digital.
Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Wildan Humaidi, mengatakan seluruh kebutuhan dasar peserta didik dipenuhi oleh pemerintah agar mereka dapat mengikuti proses belajar secara optimal.
"Seluruh kebutuhan dasar siswa ditanggung pemerintah sehingga mereka dapat fokus mengikuti proses pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya," kata Wildan.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SRT Dharmasraya memiliki kapasitas hingga 1.000 peserta didik. Saat ini sekolah tersebut menampung 390 siswa yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat, terdiri atas 268 siswa dari Kabupaten Dharmasraya, 60 siswa dari Kabupaten Solok, 60 siswa dari Kota Padang, masing-masing satu siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.
Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan siap mendukung target tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemerataan akses pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah.









