TVRINews, Padang
Komisi X DPR RI meninjau langsung kondisi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kota Padang, Sumatera Barat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses rehabilitasi fasilitas pendidikan berjalan sesuai kebutuhan dan ditargetkan selesai tepat waktu.
Kunjungan kerja spesifik tersebut dipimpin Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro dan didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Jumat, 4 September 2026. Rombongan meninjau dua sekolah, yakni SDN 04 Baringin di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, dan SDN 32 Kuranji di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, serta camat dan kepala sekolah di masing-masing lokasi.
Di SDN 04 Baringin, Kepala Sekolah Hessy Maibetri mengatakan sekolahnya mendapatkan dana rehabilitasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen sekitar Rp1,3 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk membangun enam ruang kelas, dua ruang administrasi, ruang UKS, perpustakaan, tiga unit toilet, serta penataan lingkungan sekolah agar lebih tinggi dari potensi banjir. Bantuan juga mencakup pengadaan mebel.
“Untuk SDN 04 Baringin, bantuan rehabilitasi yang kami terima sekitar Rp1,3 miliar. Pekerjaan mencakup ruang kelas, ruang administrasi, UKS, perpustakaan, toilet, hingga penataan lingkungan sekolah,” ujar Hessy.
Rehabilitasi ditargetkan selesai pada akhir September 2026. Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar siswa untuk sementara dipindahkan ke SDN 30 Air Dingin.
Sementara itu, Kepala SDN 32 Kuranji Ade Yulianto menyebut sekolahnya memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp1,7 miliar dari Kemendikdasmen.
Anggaran tersebut terbagi dalam 15 paket rehabilitasi dan 11 paket pengadaan mebel untuk mendukung pemulihan fasilitas sekolah.
“Anggaran yang kami terima sekitar Rp1,7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi dalam 15 paket pekerjaan dan pengadaan mebel sebanyak 11 paket,” kata Ade.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Komisi X DPR RI dan Kemendikdasmen terhadap pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana pada November 2025.
Menurut Maigus, dukungan pemerintah pusat diperlukan mengingat sejumlah fasilitas pendidikan di Kota Padang mengalami dampak bencana dan membutuhkan penanganan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Cukup banyak sekolah di Kota Padang yang terdampak bencana hidrometeorologi dan membutuhkan dukungan pemerintah pusat,” ujar Maigus.
Maigus berharap seluruh proses rehabilitasi dapat diselesaikan sesuai target sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal.
“Kami berharap rehabilitasi ini segera diselesaikan sehingga proses belajar mengajar kembali berjalan efektif. Yang terpenting, anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sekolah sekaligus memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana.
“Kami ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan dan memastikan program rehabilitasi berjalan dengan baik, termasuk melihat kebutuhan yang masih diperlukan oleh sekolah,” ujar Agung.
Agung menegaskan, pemulihan sarana pendidikan harus menjadi perhatian setelah bencana. Menurutnya, kondisi sekolah yang rusak tidak boleh menghambat hak siswa untuk mendapatkan pendidikan.
“Komisi X DPR RI akan terus mendorong pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, untuk memberikan perhatian kepada daerah yang terdampak bencana. Pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana,” tegas Agung.
Ia menambahkan, rehabilitasi sekolah diharapkan tidak hanya memulihkan bangunan yang rusak, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.
“Anak-anak tetap harus mendapatkan haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman. Karena itu, proses rehabilitasi harus terus dikawal agar berjalan sesuai target,” pungkas Agung.










